Kota Bekasi – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kota Bekasi menghadirkan program layanan publik terpadu bertajuk Abdi Nagri Nganjang Ka Warga, Kamis (26/6/2025). Kegiatan yang dipusatkan di Alun-Alun M. Hasibuan, Kota Bekasi ini menjadi ajang bagi masyarakat untuk mengakses berbagai layanan secara langsung dari pemerintah.
Program inisiatif Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ini digelar secara serentak di seluruh kota dan kabupaten di Jawa Barat sebagai bentuk kehadiran nyata pemerintah di tengah masyarakat. Antusiasme warga Kota Bekasi terlihat sejak pagi hari, dengan memadati area layanan yang dibuka luas untuk umum.
Berbagai layanan publik disediakan, mulai dari administrasi kependudukan, perizinan usaha, layanan kesehatan, konsultasi hukum, hingga khitanan massal yang disesuaikan dengan momentum liburan sekolah.
Kolaborasi Pemprov dan Pemkot Hadirkan Layanan Terintegrasi
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Abdi Nagri adalah wujud konkret sinergi antara pemerintah provinsi dan kota dalam mendekatkan pelayanan kepada warga.
“Hari ini kami bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat turun langsung ke tengah masyarakat. Ini bukti bahwa negara hadir untuk memberikan pelayanan terbaik kepada warganya,” ujar Tri Adhianto.
Ia juga menambahkan bahwa program seperti ini sangat penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap birokrasi dan pelayanan pemerintahan.
Puncak Acara Digelar Sabtu, Gubernur Dedi Mulyadi Akan Hadir
Tri Adhianto mengajak masyarakat untuk kembali hadir dalam puncak acara pada Sabtu, 28 Juni 2025 mendatang yang akan dimeriahkan dengan hiburan rakyat, pertunjukan seni budaya, serta kehadiran langsung Gubernur Dedi Mulyadi.
“Kami mengajak seluruh warga Kota Bekasi untuk datang kembali Sabtu nanti. Akan banyak hiburan dan kita bisa bertemu langsung dengan Pak Gubernur yang akan menyapa masyarakat,” imbuh Tri.
Abdi Nagri, Momentum Kedekatan Pemerintah dan Rakyat
Program Abdi Nagri Nganjang Ka Warga tak hanya menjadi sarana layanan publik terpadu, tetapi juga menjadi simbol penguatan hubungan antara pemerintah dengan masyarakat. Kehadirannya di Kota Bekasi diharapkan menjadi titik awal pelayanan publik yang lebih responsif, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan warga.


