BEKASI, – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memastikan kawasan Alun-Alun M. Hasibuan yang telah ditertibkan dari Pedagang Kaki Lima (PKL) akan segera ditata ulang secara masif. Rencananya, area vital di jantung kota ini akan diubah menjadi ruang publik yang modern, lengkap dengan fasilitas olahraga dan area pejalan kaki (pedestrian) yang ramah warga.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyatakan bahwa penataan ini bertujuan mengembalikan fungsi utama Alun-Alun sebagai taman kota bagi masyarakat.
“Fungsinya kita kembalikan seperti semula yakni taman kota untuk masyarakat. Tidak ada lagi pedagang yang menginap atau menempati area taman,” ujar Tri Adhianto didampingi Wakil Walikota Harris Bobihoe dan Dandim 0507 Bekasi Kolonel Inf. Krisrantau Hermawan Jumat (17/10/2025).
Fasilitas Kekinian Tanpa Hilangkan Nilai Sejarah
Tri Adhianto menjelaskan, konsep penataan terbaru akan fokus pada perpaduan antara rekreasi, olahraga, dan edukasi sejarah. Alun-Alun tidak hanya akan dipercantik, tetapi juga akan dilengkapi dengan:
- Jalur Joging Track Kekinian: Fasilitas lari yang nyaman dan aman untuk mendukung gaya hidup sehat warga.
- Area Pedestrian: Jalur pejalan kaki yang lebih tertata.
- Nilai Sejarah: Tetap mempertahankan keberadaan Monumen Perjuangan Rakyat Bekasi sebagai simbol dan identitas kota.
Menurut Wali Kota, joging kini sudah menjadi budaya, sehingga fasilitas yang nyaman harus disiapkan agar warga bisa berolahraga sambil menikmati suasana kota.
Solusi bagi PKL
Meskipun dilakukan penertiban, Pemkot Bekasi tetap menjamin keberlangsungan usaha para pedagang.
“Para pedagang tetap kita fasilitasi, karena sudah disiapkan tempat khusus agar mereka tetap bisa berjualan dengan tertib. Pedagang tetap kita berdayakan dengan lokasi yang lebih layak dan teratur,” tutup Tri.
Dengan konsep baru ini, Alun-Alun M. Hasibuan diproyeksikan akan menjadi destinasi favorit baru bagi seluruh kalangan masyarakat Bekasi.


