GANTARITV.COM Jakarta – Kawasan Jalan Pluit Raya II, Penjaringan, Jakarta Utara, mendadak riuh pada Sabtu (7/3/2026) malam. Sebanyak 32 pemuda setempat adu cepat dalam Turnamen Run Race 100 meter yang diinisiasi oleh Forum Penjaringan Bersatu berkolaborasi dengan Polsek Metro Penjaringan. Ajang yang dimulai pukul 21.30 WIB ini sengaja digelar untuk menyulap tren balap lari jalanan menjadi kompetisi yang resmi, aman, dan penuh sportivitas di tengah suasana bulan suci Ramadhan.
Kapolsek Metro Penjaringan, AKBP Agta Bhuwana Putra, hadir langsung di lokasi untuk memberikan dukungan moral sekaligus memantau jalannya perlombaan. Dalam sambutannya, AKBP Agta menekankan bahwa kegiatan ini adalah ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan energi secara positif. Ia mengajak para pemuda Penjaringan untuk mengisi malam Ramadhan dengan aktivitas yang menjaga kesehatan dan menjauhi segala bentuk kenakalan remaja seperti tawuran maupun aksi negatif lainnya.
Lomba yang berlangsung di lintasan 100 meter ini menyedot perhatian warga yang memadati pinggir jalan untuk memberikan dukungan. Meski berlangsung kompetitif, Kapolsek terus mengingatkan para peserta agar tetap mengutamakan keselamatan dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Ketua Panitia, Anang Julianto, mengapresiasi dukungan penuh dari kepolisian yang tidak hanya memberikan pengamanan, tetapi juga menjadi sponsor utama demi menghidupkan kegiatan yang sehat bagi anak muda.
Setelah melalui persaingan sengit hingga babak final, Rafi Saka keluar sebagai Juara Pertama dan berhak membawa pulang uang pembinaan sebesar Rp1.500.000. Posisi kedua ditempati oleh Fajar dengan hadiah Rp1.000.000, disusul Ferdy sebagai Juara Ketiga yang mendapatkan Rp500.000. Penyerahan hadiah dilakukan langsung oleh AKBP Agta Bhuwana Putra, yang disambut sorak sorai meriah dari para pendukung dan warga yang hadir di lokasi.
Ajang Run Race ini berakhir menjelang tengah malam, pukul 23.52 WIB, dengan situasi yang tetap aman, tertib, dan kondusif. Inisiatif Polsek Metro Penjaringan ini dinilai sukses mempererat kebersamaan antarwarga sekaligus memberikan contoh bahwa pengamanan wilayah bisa dilakukan melalui pendekatan hobi dan olahraga. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus digalakkan guna memastikan wilayah Penjaringan tetap harmonis dan steril dari gangguan kamtibmas selama bulan puasa.


