JAKARTA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyampaikan apresiasi kepada Polda Metro Jaya atas keberhasilan dan keterbukaan dalam mengungkap temuan dua kerangka manusia di gedung Kwitang yang terbakar.
Apresiasi tersebut disampaikan oleh Komisioner Komnas HAM Saurlin P Siagian dalam konferensi pers di RS Polri, Jakarta Timur, pada Jumat (7/11/2025).
Saurlin secara khusus berterima kasih kepada Polda Metro Jaya yang telah melibatkan Komnas HAM dan bersikap terbuka selama proses penanganan kasus, terutama terkait orang hilang pasca-kerusuhan Agustus lalu.
“Kami memang banyak berkoordinasi dengan pihak Polda untuk mengetahui progres, terima kasih banyak buat keterbukaannya kepada Komnas HAM. Kami tentu mengapresiasi proses yang sudah dilakukan dan bekerja kurang lebih satu minggu akhirnya kita bisa memastikan dua orang yang selama ini dinyatakan hilang,” kata Saurlin
Menambah Data Korban Kerusuhan
Teridentifikasinya dua kerangka tersebut secara signifikan mengubah data resmi korban meninggal dalam rangkaian peristiwa unjuk rasa dan kerusuhan.
“Kita menambah jumlah orang yang meninggal dalam peristiwa unjuk rasa dan kerusuhan menjadi 11 orang, selama ini ada 9 di berbagai daerah, dan dengan ditemukannya orang ini, maka total jumlah orang meninggal terkait dengan unjuk rasa dan kerusuhan menjadi 11 orang,” ujar Saurlin.
Saurlin juga mengonfirmasi bahwa hasil penyelidikan Kepolisian terkait kasus ini akan menjadi bagian penting dari Laporan Akhir Tahun Komnas HAM.
Apresiasi dari Komnas HAM ini mengukuhkan bahwa proses identifikasi yang dilakukan Polri (Puslabfor dan Polda Metro Jaya) telah berjalan maksimal dan sesuai dengan prinsip akuntabilitas dan HAM.


