LAMPUNG – Dalam upaya meningkatkan kesadaran publik terhadap ancaman terorisme, Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika bersama Wakapolda Brigjen Pol Ahmad Ramadhan serta Pejabat Utama (PJU) Polda Lampung menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film Sayap-Sayap Patah 2: Olivia di Studio XXI MBK Mall, Senin malam.
Acara ini digelar sebagai bentuk edukasi publik tentang bahaya laten radikalisme serta beratnya tugas aparat kepolisian, khususnya Densus 88 Anti-Teror dalam menanggulangi aksi teror di Indonesia.
Film yang disutradarai oleh Ferry Fei ini mengangkat kisah nyata tragedi bom gereja di Samarinda tahun 2016, yang merenggut nyawa seorang anak kecil bernama Olivia. Lewat sudut pandang yang emosional dan menyentuh, film ini menyampaikan pesan kuat tentang kejamnya terorisme dan pentingnya sinergi masyarakat dalam mencegah radikalisme.
“Film ini bukan sekadar hiburan, tapi pengingat bahwa terorisme itu nyata, kejam, dan bisa menyasar siapa saja, termasuk anak-anak,” ujar Irjen Pol Helmy Santika.
Kapolda juga menekankan sisi kemanusiaan dalam tugas aparat kepolisian yang sering kali harus meninggalkan keluarga demi menjalankan tugas negara.
“Tugas polisi itu berat. Kami harus siap kapan pun dibutuhkan, bahkan ketika keluarga kami sedang membutuhkan kehadiran kami,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kapolda memberikan apresiasi kepada para pembuat film yang dinilai berhasil menyampaikan narasi edukatif tanpa kehilangan sentuhan emosional.
“Film ini menyentuh hati sekaligus membuka mata kita bahwa perlawanan terhadap terorisme bukan hanya tugas polisi, tapi tugas kita semua,” tegasnya.
Kapolda juga mengajak peran aktif keluarga, institusi pendidikan, dan masyarakat luas dalam membentengi generasi muda dari pengaruh paham kekerasan.
“Terorisme sering menyusup lewat celah yang tidak kita duga. Jaga anak-anak kita, lindungi keluarga kita dari paparan ideologi kekerasan,” pesannya.
Suasana haru menyelimuti studio saat adegan Olivia — simbol dari korban sipil tak bersalah — digambarkan tewas dalam ledakan bom. Penonton dibuat terdiam oleh kekuatan narasi yang menyentuh dan realistis.
Film ini dinilai sukses membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya deteksi dini, edukasi masyarakat, dan solidaritas nasional dalam melawan segala bentuk radikalisme.
“Semoga film ini menjadi bahan renungan dan pemicu semangat untuk terus menjaga keamanan dan kedamaian di negeri ini,” tutup Kapolda Lampung.


